The Female Monster

Story by : Laras

“Ini hanyalah sebagian dari diriku.”

tfm

Bukan hal yang mudah ketika kau harus menghadapi kelainan yang ada di dalam dirimu.

Dimana yang dirasakan hanyalah rasa benci pada diri sendiri, kecewa, marah, dan tak menginginkan kehidupan. Saat itu dimana kau berada dalam masa-masa yang dikatakan orang adalah masa depresi. Hal yang kupendam bertahun-tahun akhirnya terlampiaskan dengan cara yang diluar dugaan.

Self injury.

Kondisi dimana kau suka melukai atau merusak dirimu sendiri.

Termasuk diriku sendiri

Mungkin orang berpikir aku hanyalah pencari sensasi tapi aku adalah orang yang memendam ini setelah sekian lama. Orang lain sering melihatku memakai pakaian yang selalu tertutup atau menutupi lenganku. Karena dibalik pakaian tertutup itu ada goresan cerita yang tak dapat kuceritakan atau lebih tepatnya cerita yang tak dapat kuceritakan dan berakhir melampiaskannya dengan melukai tanganku.

Tak ada yang tahu selama ini, tapi itulah yang kusembunyikan dibalik pakaian tertutupku.

Aku bukanlah pencari sensasi dengan menggoreskan tanganku sendiri dan menunjukan ke orang-orang tetapi ini adalah kelainan yang kumiliki.

Selama ini aku hanya menangis, tapi tangis itu terasa tak cukup untukku. Kau tak tahu apa yang kupikirkan saat itu. Pikiranku kosong hal yang kupikirkan adalah bagaimana aku bisa mengalihkan rasa sakit yang ada pada diriku sendiri dan aku menemukan jawaban yang salah yaitu menggoreskan lenganku dengan benda tajam. Hal lain selain menggoreskan benda tajam ke tanganku adalah melukai bibirku.

Hal yang kulakukan ketika aku sedang tak memikirkan apapun. Tanpa sadar aku mengelupasi kulit bibirku sendiri sampai aku menemukan darah.

Namun lama kelamaan aku berpikir. Aku tak bisa seperti ini terus dan mencoba berpikir positif. aku akhirnya memilih mencoba menceritakan hal ini ke orang lain berharap orang itu bisa menolongku tapi apa daya ketika orang lain bisa saja memilih menjauhiku karena kelainanku. Mereka bisa jijik melihatku.

Aku hanya ingin sembuh tapi terkadang orang lain melihatku dengan tatapan ‘Aku tak boleh dekat dengannya.’ Dan semakin lama aku merasa terasa semua menjauh jadi kupikir lebih baik aku menutupinya lagi. Aku hanya ingin berbagi berharap orang itu bisa membantuku. Ketika kau tahu rahasiaku maka kau adalah orang yang berharga untukku atau orang yang terpilih yang berharap bisa merubahku.

Aku punya berbagai alasan mengapa aku begini.

Tetapi terkadang orang lain memandangku negatif sehingga memilih menjauhiku.

Ya makannya kusebut diriku tak punya teman.

Ketika kau berada dalam keterpurukan, Orang yang berada disisimu selalu adalah orang yang benar kau sebut teman. Karena kenyataannya. Kebanyakan orang hanyalah teman ‘formalitas’ atau hanya menyandang status teman tanpa perlakuan teman layaknya.

Aku mempercayai untuk menceritakan segalanya tentangku tetapi orang itu malah memilih menjauhiku ketika mereka akhirnya mengetahui sisi negatifku.

Mengapa?

Aku mempercayainya tetapi kenapa dia memilih menjauhiku.

Inilah alasan aku tak memiliki teman sejak dulu.

Aku berusaha tetapi ketika aku mendekat dan menceritakan. Mereka malah enggan dekat denganku.

Apa aku ini monster?

Aku mempunyai sisi monster dalam diriku.

Banyak hal yang membuatku seperti ini. Maka jangan salahkan aku.

Aku berharap orang yang bisa kujadikan sandaranku sebagai teman untuk bercerita bisa menerimaku apa adanya dan bisa membimbingku. Tak memandang diriku sebagai monster atau apapun itu.

Siapapun yang membaca ini, Ini adalah sebagian dari diriku, sebagian sisi burukku.

Jadi, Apa kalian masih mau berteman denganku?

Dan aku menulis ini hanya untuk mencoba melampiaskan apa yang tak bisa kupendam terlalu lama. Jadi silahkan kalau anda berpikir saya hanyalah pencari sensasi. Ini hanyalah sebagian dari diri seseorang pengidap ‘Self Injury’.

Iklan

One thought on “The Female Monster

  1. Begitu juga dengan wanita itu yng harus menerima siapapun orang yang datang untuknya, untuk menemaninya, untuk menghrgainya, untuk membimbingnya..

    Tidak ada hal yng tidak bisa dirubah di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s